“Oooh bunda, ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatikuu”
Kalian pasti pernah mendengarkan lirik lagu diatas kan ? Yups benar sekali. Lirik lagu yang sangat indah, menceritakan perjuangan seorang Ibu, seorang pahlawan dalam hidup kita. Tanpa Ibu, kita tak mungkin ada di dunia ini. Pasti ada yang berfikirkan “Hari Ibu kan masih lama? Kenapa ada artikel tentang Hari Ibu?” Apa kalian hanya merayakan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember saja? Kesalahan yang sangat besar. Meskipun bukan Hari Ibu, harusnya kita selalu menjadikan Ibu kita Ratu setiap hari.
Seorang Ibu bisa dan mampu memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak-anaknya, tidak ada perkataan siang maupun malam,tidak ada perkataan lelah ataupun tidak mungkin dan ini 336 hari dalam setahun.
Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap hari bahkan tiao menit dan ini sepanjang masa. Bukan hanya setahun sekali saja pada hari-hari tertentu. Kenapa kita baru bisa dan mau memberikan bunga maupun hadiah kepada Ibu kita hanya pada waktu Hari Ibu saja, sedangkan hari-hari lainnya tidak pernah mengingatnya, boro-boro memberikan hadiah, untuk menelepon saja kita tidak punya waktu. Kita akan bisa lebih membahagiakan ibu kita apabila kita mau memberikan sedikit waktu untuknya, waktu nilainya jauh lebih besar daripada bunga maupun hadiah.
Mari, jadikan ibu kita sebagai suri tauladan untuk terus berbagi kebaikan. Jadikan beliau sebagai panutan yang harus selalu diberikan penghoramatan. Sebab, dengan memperhatikan dan memberikan kasih sayang kembali pada ibu, kia akan menemukan cinta penuh ketulusan dan keikhlasan, yang akan membimbing kita menemukan kebahagiaan sejatidalam kehidupan.
Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh, namun ada dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun justru pada apa yang kadang tidak terlihat. Begitu juga dengan cinta seorang ibu pada anaknya. Disana selalu ada inti sebuah cinta yang sejati, dimana terdapat keikhlasan dan ketulusan yang tak mengharap balasan apapun.
Renungkanlah : Kapan kita terakhir kali mengucapkan aku sayang ibu? Kapan terakhir kali kita mengajak jalan-jalan ibu? Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis dan ucapan terima kasih pada ibu kita? Dan kapankah kita terakhir kali berdoa untuk ibu kita? Berikan lah kasih sayang selama ibu masih hidu, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila ibu telah terangkat, karena ibu tidak akan bisa melihatnya lagi. Janganlah sekali-kali kamu melukai hati ibu mu, karena sesungguhnya ibu kita semua pastisakit hatinya jika kita melukainya walaupun hanya sebesar debu yang sangat kecil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar